MAPENDA KAB.BOGOR

 
KILAS BALIK
http//mapendakabbogor.blogspot.com "Jendela Informasi Dunia Pendidikan Islam RA/MI/MTs/MA/Waspenda EMAIL PENGADUAN : formatmapenda@gmail.com."
MOTO
DIKMAD KAB BOGOR MELAYANI DENGAN HATI NURANI.
PROFILE
KEMENTERIAN AGAMA KAB. BOGOR >>> SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH(-RA/MI/MTs/MA-) Kepala Seksi : Drs. H. Mat Nur, MM, M.Si, NIP. 196507192000031001
DATA UMUM
JUMLAH LEMBAGA RA : 392 >> MI : 589 >> MTS : 296 >> MA : 88 >> GURU MADRASAH : + 12.840 >> GPAI : + 1.646 >> PENGAWAS : 61.
PERSONAL
Kordinator Data BOS, Guru, Lembaga : Drs. Ahmad Fauzi, Hariadi, S.Sy, Aceng Fitri, S.Pd.I >> Kordinator Data Sertifikasi : Wendi Prayoga, S.Ap, Thithin Khoiqoh, S.Sos >> Kordinator Data BSM, Kualifikasi, Kepegawaian : Dadang Mulyadi, S.Pd.I, Iwan Ibnu Jakwan, >> Kordinator Pendirian Lembaga : Drs. Ahmad Fauzi, Deden Barkatul Munawaroh, S.Pd.I >> Koordinator RA : Thithin Khoiqoh, S.Sos >> Koordinator Ujian MI/MTs/MA : Asep Supriadi, S.Sy, Sofwan S >> Koordinator DIPA dan Perencanaan : Sri Wahyuni, S.IP, MM >> Arsip dan Surat Menyurat : Rusyana, Ahmad Drajat, Erdiana, S.Pd.I >> Bendahara : Dedy Kusmayadi.
ARTIKEL TERKAIT
KEMENTERIAN AGAMA PUSAT KEMENTERIAN AGAMA JABAR ACESORIES and DOWNLOAD SOFTWARE.
RALAT / PERUBAHAN PERPAJAKAN BOS 2011 !!!
Senin, 31 Oktober 2011
PENTING !!! HARAP DIBACA OLEH MADRASAH PENERIMA DANA BOS

1.   Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan siswa baru; kesiswaan; ulangan harian, ulangan umum, ujian madrasah/PPS dan laporan hasil belajar siswa; pembelian bahan-bahan habis pakai, seperti buku tulis, kapur tulis, pensil dan bahan praktikum; pengembangan profesi guru; pembelian bahan-bahan untuk perawatan/ perbaikan ringan gedung madrasah/PPS; dan pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah adalah:
a.   Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22, karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22;
b.   Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual.
2.   Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan Buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks pelajaran yang sudah rusak adalah sebagai berikut:
a.   Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22, karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22;
b.   Atas pembelian buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran agama, PPN yang terutang dibebaskan;
c.     Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama.
3.   Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka pemberian honor pada kegiatan penerimaan siswa baru, kesiswaaan, pengembangan profesi guru, dan  penyusunan laporan BOS adalah sebagai berikut:
a.   Atas pembayaran honor kepada guru non PNS, harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari jumlah bruto honor;
b.   Atas pembayaran honor kepada guru PNS golongan IV, harus dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 15% dari jumlah honor;
c.   Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan III, harus dipotong PPh Pasal 21 yang bersifat final sebesar 5 %  dari jumlah honor;
d.   Atas pembayaran honor kepada guru PNS Golongan IID ke bawah tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21. Namun atas honor tersebut wajib dilaporkan dan dihitung dan dihitung PPh-nya dalam SPT Tahunan PPh orang pribadi dari guru tersebut.
4.   Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer madrasah/PPS yang tidak dibiayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai berikut: 
a.   Penghasilan rutin setiap bulan untuk guru tidak tetap (GTT) Tenaga Kependidikan Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT), untuk jumlah sebulan sampai dengan Rp 1.320.000,- (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tidak terhutang PPh Pasal 21.
b.   Untuk jumlah lebih dari itu, PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan. Dengan perhitungan sebagai berikut:
1)      Penghasilan sebulan                                                                     XX
2)      Dikurangi biaya jabatan 5%, maks Rp 500.000 sebulan                     (XX)
3)      Penghasilan neto sebulan                                                              XX
4)      Penghasilan neto setahun (X 12)                                                    XX
5)      Dikurangi PTKP*)                                                                          (XX)
6)      Penghasilan Kena Pajak                                                                     XX
7)      PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s.d. Rp 25 juta) dst          XX
8)      PPh Pasal 21 sebulan (:12)                                                             XX
*)  Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2009, adalah:
a.  Status sendiri                                                                Rp 15,84 juta
b.  Tambahan status kawin                                                   Rp  1,32 juta
c.  Tambahan tanggungan keluarga, maksimal 3 orang @        Rp  1,32 juta
posted by MAPENDA KAB.BOGOR @ 10.00   FACEBOOK
4 Comments:

Poskan Komentar

<< Home
 
LOGO

MAPENDA KAB.BOGOR
Previous Post
Archives
Powered by

BLOGGER

© 2011 MAPENDA KAB.BOGOR Blogger Templates by ACENG V3 and MAPENDA KAB BOGOR
MAPENDA KAB BOGOR MELAYANI DENGAN HATI NURANI